Aku tau, sejak awal aku menemanimu berjalan, berlari, berkuda, berkendara
Hingga kau lelah dan merasa sudah saatnya
Tapi aku harus bertanya, kau mau kemana?
Aku memacu, kau berhenti
Aku peduli kau masih suka menjelajah,hanya saja aku juga mulai tak lekat mengikutimu berbelok sesuka hati
Jadi aku mulai bertanya, kau mau kemana?
Kawanku sayang, taukah kamu
aku yang kuat bisa melemah
dan yang melemah dapat sangat mudah patah?
apakah kau hanya takut pada dinding yang mendekat terlalu beku? Dan kau memutuskan untuk hanya berbelok dan memutar, tanpa maju? Atau kau hanya tak bisa melepaskan yang sudah berlalu?
Kawanku sayang, maaf aku harus bertanya
"Kau mau kemana? Maumu apa?"
Ini aku. Dapat kudorong rubuh dinding yang menghalangi jalanmu atau menarikmu maju atau membantu menghapus yang berlalu.
Hanya saja, mungkin sudah saatnya aku menepuk pundakmu, kau harus berjalan sendiri dulu.
Tampilkan postingan dengan label introvert thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label introvert thoughts. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Juni 2014
Selasa, 22 Januari 2013
hei, kamu yang manis
hei, kamu yang manis
bukan, bukan manis krim kue yang membuatku mengernyit
maksudku manis seperti matahari pagi
yang diam-diam hangat di pipi
hei, kamu yang manis
tolong jangan berhenti bercerita
mimpi-mimpimu indah. menginspirasi. berambisi.
membuatku ingin ikut berlari
mengejarmu yang sepertinya sudah kepingin pergi
hei, kamu yang manis
walau katanya hati dan logika jarang seirama
saat ini dua-duanya setuju: sepertinya aku mau kamu
bukan, bukan manis krim kue yang membuatku mengernyit
maksudku manis seperti matahari pagi
yang diam-diam hangat di pipi
hei, kamu yang manis
tolong jangan berhenti bercerita
mimpi-mimpimu indah. menginspirasi. berambisi.
membuatku ingin ikut berlari
mengejarmu yang sepertinya sudah kepingin pergi
hei, kamu yang manis
walau katanya hati dan logika jarang seirama
saat ini dua-duanya setuju: sepertinya aku mau kamu
Senin, 14 Mei 2012
a day before graduation
Some say that graduation is the end of misery from getting
chased by a group of heartless assignments and tests. Some other may say the contrary; that it’s the
beginning of life in being an adult. Being a real human. Beneran jadi orang, our grandparents say.
For me, graduation –this current graduation – feels a lot
like hesitancy. Somehow, I don’t get, or yet,
that satisfactory grins which usually become the best feature of the graduates.
I don’t really feel like I’m cutting the misery, since I actually enjoyed being
a student. Neither have I felt like I owned
a significant achievement.
Tomorrow’s graduation comes terrifyingly. It comes together
with two pairs of eyes – my parent’s – filled with pride and expectations. And I’m
terrified those eyes will slowly turn into disappointment as my real-life goes by. If only they knew, I
was not doing it all so well. I did just fine.
All and all, I think this pre-graduation jitter comes with
terrible feeling of being not more than fine.
Kamis, 01 Desember 2011
Reviving the thoughts
1.. 2.. 3.. CLEAR!
*bzzzt*
welcome back to life,blog.
walau kemunculan kembalinya ga sedramatis adegan ER,akhirnya blog ini 'terpaksa' dibangunin dari mati suri demi tulisan-tulisan yang terkubur reblog di tumblr. dan gara-gara seorang sahabat dengan tajam menukas, "emang masih jaman yah,curhat-curhat di word terus disave sendiri?". uhuk. guilty.
blogging tuh kerasa penting untuk orang yang sanguin tapi introvert kaya gue. atau dalam bahasa kurang keren : nerdy. selain merasa kalo diary elektronik (iya,maksudnya curhat di word) minim respon kaya curhat secara live, blogging jadi alasan yang bagus untuk masuk coffee shop dan ngetik-ngetik cantik. bukannya ngetik thesis seperti alasan sebenernya kenapa gue cari wi-fi. *ketawa kering*
dosen gue pernah bilang bahwa manusia secara natural suka bicara karena mereka suka mendengar suara mereka sendiri. hukum yang sama berlaku untuk tulis-menulis, gue rasa. jadi, menjadi sanguin-ly introvert yang berarti kemampuan gue bicara agak terbatas tapi pikiran membludak, posting di blog adalah pilihan yang tepat. ditambah lagi, dengan kecenderungan people-pleasure (bukan dalam arti yang negatif,ehm.) i like to write what people love. yang menjadikan semua wadah tulisan gue selalu labil. jadi ramuan random dengan 'saya', 'aku', atau 'gue' sebagai pelaku yang menulis daily occurences ga peduli penting atau ngga.
hmm, sesederhana itu sih alesan gue blogging (kata blogging lebih enak didenger daripada 'ngeblog' ya ga?). alasan lain? gue blogging bukan karena lg tren, tapi karena kebutuhan. kebutuhan untuk ikut tren. huahahahaha :P
*bzzzt*
welcome back to life,blog.
walau kemunculan kembalinya ga sedramatis adegan ER,akhirnya blog ini 'terpaksa' dibangunin dari mati suri demi tulisan-tulisan yang terkubur reblog di tumblr. dan gara-gara seorang sahabat dengan tajam menukas, "emang masih jaman yah,curhat-curhat di word terus disave sendiri?". uhuk. guilty.
blogging tuh kerasa penting untuk orang yang sanguin tapi introvert kaya gue. atau dalam bahasa kurang keren : nerdy. selain merasa kalo diary elektronik (iya,maksudnya curhat di word) minim respon kaya curhat secara live, blogging jadi alasan yang bagus untuk masuk coffee shop dan ngetik-ngetik cantik. bukannya ngetik thesis seperti alasan sebenernya kenapa gue cari wi-fi. *ketawa kering*
dosen gue pernah bilang bahwa manusia secara natural suka bicara karena mereka suka mendengar suara mereka sendiri. hukum yang sama berlaku untuk tulis-menulis, gue rasa. jadi, menjadi sanguin-ly introvert yang berarti kemampuan gue bicara agak terbatas tapi pikiran membludak, posting di blog adalah pilihan yang tepat. ditambah lagi, dengan kecenderungan people-pleasure (bukan dalam arti yang negatif,ehm.) i like to write what people love. yang menjadikan semua wadah tulisan gue selalu labil. jadi ramuan random dengan 'saya', 'aku', atau 'gue' sebagai pelaku yang menulis daily occurences ga peduli penting atau ngga.
hmm, sesederhana itu sih alesan gue blogging (kata blogging lebih enak didenger daripada 'ngeblog' ya ga?). alasan lain? gue blogging bukan karena lg tren, tapi karena kebutuhan. kebutuhan untuk ikut tren. huahahahaha :P
Langganan:
Postingan (Atom)